Kasih Sayang Dalam Islam
الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمْ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
Orang-orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Ar-Rahman (Allah yang maha penyayang), belas kasihanilah siapapun yang ada dibumi, niscaya Yang ada di langit akan mengasihi kalian. [HR Turmudzi].
Ajaran kasih sayang dalam islam itu bersifat universal. Ia tidak terbatas antar manusia yang seiman saja akan tetapi juga kepada semua manusia bahkan meliputi semua makhluk dan segala sesuatu.
Abu Musa Al-Asy’ari RA berkata, Rasul ﷺ bersabda :
والذي نفسي بيده لا تدخلوا الجنة حتى تراحموا » قالوا : يا رسول الله كلنا رحيم . قال : « إنه ليس برحمة أحدكم ولكن رحمة العامة رحمة العامة “
Demi Allah, Sekali-kali tidaklah kalian masuk surga sebelum kalian saling mengasihi.” Wahai Rasulullah, “Semua kami pengasih,” jawab mereka. Rasulullah Berkata: “Kasih sayang itu tidak terbatas pada kasih sayang salah seorang di antara kalian kepada sahabatnya (mukmin), tetapi bersifat umum (untuk seluruh umat manusia).” [HR Al-Hakim]
Kata dalam “Man” dalam hadits utama di atas adalah isim maushul musytarak yang memberikan faedah keumuman. Al-Munaawi rahimahullah berkata, “Sabda Nabi : (rahmatilah yang ada di bumi) dengan konteks keumuman, mencakup seluruh jenis makhluk, maka mencakup rahmat kepada orang baik, orang fajir, orang yang berbicara, orang yang bisu, hewan dan burung” [Faidlul Qadir] Maka tidak hanya sesama manusia kita berkasih sayang, kita juga diperintahkan untuk merahmati hewan.
“Seseorang berkata : “Wahai Rasulullah, aku menyembelih seekor kambing lantas aku merahmatinya”, Rasulullah berkata, والشَّاة إِنْ رَحِمْتَهَا، رَحِمَكَ اللهُ” مَرَّتَيْنِ “Bahkan seekor kambing jika engkau merahmatinya maka Allah akan merahmati engkau”, Rasulullah mengucapkannya dua kali [HR Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad]
Bahkan hal ini juga berlaku pada hewan yang memiliki najis mughalladzah seperti anjing.
Rasul ﷺ bersabda :
بَيْنَمَا كَلْبٌ يُطِيفُ بِرَكِيَّةٍ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ إِذْ رَأَتْهُ بَغِيٌّ مِنْ بَغَايَا بَنِي إِسْرَائِيلَ فَنَزَعَتْ مُوقَهَا فَسَقَتْهُ فَغُفِرَ لَهَا بِهِ
“Tatkala ada seekor anjing yang hampir mati karena kehausan berputar-putar mengelilingi sebuah sumur yang berisi air, tiba-tiba anjing tersebut dilihat oleh seorang wanita pezina dari kaum bani Israil, maka wanita tersebut melepaskan khufnya (sepatunya untuk turun ke sumur dan mengisi air ke sepatu tersebut) lalu memberi minum kepada si anjing tersebut. Maka Allah pun mengampuni wanita tersebut karena amalannya itu” [HR Al-Bukhari]
Inilah kelebihan ajaran kasih sayang dalam islam. Kasih sayang yang menegasikan tabir ras, suku, agama, budaya bahkan mencakup alam semesta. Ajaran kasih sayang yang bersumber dari dzat yang maha pengasih lagi maha penyayang. Kasih sayang dalam islam bukan berhenti dalam teori namun sejarah telah menulis dengan tinta emasnya akan praktik indah ajaran kasih sayang. Kasih sayang dalam islam tidak hanya slogan ketika damai bahkan ketika dalam kondisi perangpun tetap menjadi aturan yang wajib dipatuhi.
Rasul ﷺ ketika mengirim pasukan perang untuk melawan kaum musyrikin maka beliau berpesan :
وَلَا تَقْتُلُوا وَلِيدًا طِفْلًا، وَلَا امْرَأَةً، وَلَا شَيْخًا كَبِيرًا
Jangan engkau membunuh anak kecil, perempuan dan orang yang lanjut usia. [HR Baihaqi]
Ajaran seperti ini tidak berhenti sepeninggal beliau. Khalifah Abu Bakar ketika hendak mengirim pasukan ke Syam, ia berpesan :
وَإِنِّي مُوصِيكَ بِعَشْرٍ لَا تَقْتُلَنَّ امْرَأَةً وَلَا صَبِيًّا وَلَا كَبِيرًا هَرِمًا وَلَا تَقْطَعَنَّ شَجَرًا مُثْمِرًا وَلَا تُخَرِّبَنَّ عَامِرًا وَلَا تَعْقِرَنَّ شَاةً وَلَا بَعِيرًا إِلَّا لِمَأْكَلَةٍ وَلَا تَحْرِقَنَّ نَحْلًا وَلَا تُغَرِّقَنَّهُ وَلَا تَغْلُلْ وَلَا تَجْبُنْ
Aku berwasiat kepada anda sepuluh macam :
1) Janganlah membunuh perempuan;
2) Janganlah membunuh anak-anak;
3) Janganlah membunuh orang-orang yang sudah tua;
4) Janganlah memotong pohon yang sedang berbuah;
5) Janganlah meruntuhkan bangunan;
6) Janganlah memotong domba;
7) Janganlah memotong unta, kecuali bila domba dan unta itu untuk dimakan;
8) Janganlah membakar pohon kurma dan jangan pula menenggelamkannya (memusnahkannya);
9) Janganlah berlaku khianat; dan
10) Janganlah menakut-nakuti
(rakyat) [HR Malik]
Sungguh ini merupakan ajaran kasih sayang yang hakiki, walau dalam keadaan perang dan permusuhan tetap menjaga kasih sayang.
Kisah lain yang tak kalah menarik adalah ketika Amr bin Ash menaklukkan kota laexandria (Mesir), saat itu datanglah seekor burung merpati di atas kemahnya. Melihat kejadian ini, kemudian Amr bin Ash membuat sangkar untuk merpati tersebut di atas kemahnya. Tatkala ia mau meninggalkan perkemahannya, burung dan sangkar tersebut masih ada. Ia pun tidak mau mengganggunya dan dibiarkan burung merpati itu hidup bersama sangkar yang ia buat. Maka kota itu dijuluki sebagai kota fusthath (kemah). [An-Nujum Az-Zahirah]
Jelaslah bahwa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi akan kasih sayang. Agama yang benar-benar merealisasikan makna kasih sayang yang tanpa batas yang berlandaskan keridlaan Allah semata dan bukan karena nama baik duniawi saja.
Dengan ini, Pantaslah Agama Islam menyandang gelar agama yang rahmatan lil ‘alamin. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk menjadi orang yang memiliki kasih sayang kepada sesama bahkan semua.
