Israel Mencegah Peziarah Dari Indonesia Masuk Ke Yerusalem

Masjid Aqsa
Masjidil Aqsa

Minat ziarah ke Masjidil Aqsa dari peziarah Indonesia selama ini memang cukup tinggi, ‘’Terutama pada bulan Ramadhan seperti ini, jumlah peziarah Indonesia yang ke Aqsa sekitar seribuan orang. Pada bulan biasa.

Sekjen Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), H Anton Subekti, mengatakan, pihaknya masih belum tahu alasan yang pasti dari tidak akan dikeluarkannya visa ketika hendak masuk ke Yerusalem itu. Pihaknya masih bertanya-tanya apakah dicegahnya peziarah Indonesia masuk Yerusalem  yang kini dibawah pengawasan Israel itu akibat Indonesia juga tidak memberikan visa bagi orang Israel berkunjung ke Indonesia.

‘’Kami belum tahu apa alasan pastinya. Yang kami alami adalah mulai tanggal 8 Juni tidak bisa lagi peziarah Indonesia ke Aqsa. Perjalanan yang biasa dilakukan dengan melalui Mesir atau Yordanisa kini tak dapat lagi dilakukan. Padahal sebelumnya pengurusan visa untuk masuk ke sana butuh waktu beberapa pekan sebelum hari ke berangkatakan,’’ kata Anton.


Selama ini paspor dari Indonesia tidak dicap ketika hendak masuk ke Yerusalamen oleh pihak imigrasi Israel. Para peziarah biasanya hanya sekedar mendapat semacam secarik surat izin (layaknya visa) saja. Sementara paspor tidak dikenai cap tanda masuk oleh pihak penjaga perbatasan di Yerusalem. lanjut Anton, 

’’Namun sayangnya, izin melalui secarik kertas itu pun kini dikabarkan tak bisa lagi didapatkan. Sebab, kalau paspor sempat dicap oleh pihak  imigrasi Israel, mereka nantinya akan ditolak ketika masuk ke negara Arab,’’ ujarnya.

Selama setahun  belakangan ini, paket berziarah ke Masjidil Aqsa dari Indonesia memang mendapat sambutan antusias oleh peziarah. Apalagi biaya penerbangannya pun terbilang murah. Maskapai Oman Air hanya membandrol harga sebesar 740 dolar AS untuk biaya penerbangan bolak-balik ke sana.‘’Saya yakin Oman Air juga terpengaruh atas pelarangan masuk Yerusalem pezairah asal Indonesia ini,’’ tegasnya.

Perbatasan Mesir-Israel di Gurun Sinai
Perbatasan Mesir-Israel di Gurun Sinai

Santi, peziarah yang beberapa bulan lalu sempat mengunjungi Yerusalem,  mengatakan sangat beruntung bila dulu pernah shalat dan berziarah ke kota tua Yerusalem itu. Namun kini sayangnya, tak bisa lagi ke sana karena izin masuk tidak bisa lagi dikabarkan.

“Padahal kami bersama teman-teman pengin ke sana lagi. Dahulu masuk ke Yerusalem melalui Yordania dan ke luar melalui pintu imigrasi Mesir. Dan meski pun sempat masuk, suasana pengawasan oleh tentara Israel memang terasa sangat ketat. Mereka mengawasi barang bawaan para peziarah melalui aneka alat yang sangat canggih,’’ ujarnya.

Sumber : www.ihram.co.id